Kusegarkan hari ini dengan jalan jalan sekedar untuk melepas penat di kepala..
Aku melihat , Aku mendengar dan aku mengerti..
Di taman kota lama aku pandangi anak-anak yang sedang bermain di rumput hijau, tepat di depan dimana aku duduk sendiri. Mungkin karna terlalu lelah, tak lama kemudian anak-anak itu menghampiri Ibundanya masing-masing yang sejak tadi setia manunggunya bermain. seketika lelah anak itu terasa hilang dipelukan Ibunya.
Hmmm teringat Ibunda tercinta yang sudah tiada, meninggalakan aku dan kedua Adikku..
Masih teringat jelas dalam ingatanku ketika Beliau menahan rasa sakit yang dideritanya, Ibu sudah lama berjuang melawan rasa sakit yang disebabkan kanker di ususnya, kurang lebih 2 tahun penyakit itu tidak bisa disembuhkan walaupun sudah 2 kali pisau operasi mengiris perut Ibuku..10 kali masuk rumah sakit dalam satu tahun.. membuat aku akrab dengan rumah sakit itu
Saat itu aku hanyalah anak yang bisa menemaninya, hanya memberikan semangat padanya agar cepat sembuh, singkat kata Ibuku menjadi korban kesalahan dokter yang mengira bahwa kanker ada di rahimnya. ketika operasi dilakukan dokter sudah merobek rahim Ibu dan tidak ditemukan kanker disana..
dengan terpaksa dokter meneruskan sobekan itu ke perut bagian atas,
Sejak saat itulah kondisi Ibu tidah pernah membaik rasa sakit semakin bertambah dan akhirnya Ibu sudah tidak punya kuasa untuk melawan rasa sakitnya. Ibu Koma dan sampai akhirnya meninggalkan kami, hari itu aku peluk dalam-dalam tubuh Ibu, Ibu yang sudah tidak bisa membalas pelukanku walau hanya dengan kata..
Saat itu usiaku masih 16 tahun aku berfikir Mungkin ini jalan yang terbaik buat Ibu, ketika sakit menyerang Ibu sering bilang " Ibu mau pergi saja dari pada menderita sakit seperti ini" aku pikir itu hanya expresi frustasi karena rasa sakitnya tak kunjung sembuh.
Awalnya aku berfikir akan mudah menjalani hidup ini tanpa seorang Ibu karna aku berfikir mungkin ini yang terbaik buat Ibu, tapi tidak seperti yang aku bayangkan, sepeninggal Ibu semua jadi berantakan adikku yang paling kecil masih berusia 3 tahun
Setiap kali melihat adikku terlintas dalam benak ini. Jawaban apa yang harus aku berikan ketika dia menginjak Sekolah dan bertanya " Mas Ibu dimana kok aku gak punya Ibu sedangkan teman temanku diantar Ibunya?"
Tidak cukup sampai disitu sebelum menginjak usia sekolah, adikku selalu diajak ayah bekerja di proyek karna tidak ada yang mengasuh dirumah dan ketidak percayaan kepada pengasuh bayi, sedangkan aku harus sekolah sampai jam 2. kulihat hitam kulitnya karna seharian bermain di proyek yang berdebu, nampaknya dia menikmati diajak bekerja oleh ayah..
Pesanku....
Jangan pernah membantah apa yang dikatakan seorang Ibu,
Mungkin ketika kamu berpikir Ibumu kolot dan tidak sesuai dengan jalanmu berikan pengertian kepada beliou dengan bahasa yang lembut..
Luangkan waktu selagi masih sempat dengan mamandang wajahnya dalam-dalam ketika beliou terlelap mungkin disitulah kamu akan menemukan kasih sayangnya.. ucapkan terima kasih dan peluk beliou
Selagi masih ada kesempatan untuk memeluknya.. mungkin saat itulah kesempatan terakhirmu untuk memeluk Ibumu...
Kadang aku sering bernyanyi lirih di sela sela rinduku pada Ibu..
♫♪♪♫¶...Kasih Ibu kepada beta....♫♪♫♫ tak terhingga sepanjang masa.. ♫..
hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia..♪♪♪♫
dan tanpa ku sadari Airmata ini mengalir..