Setelah Kepergian Ibunda Aku dan adik adiku seperti tidak terurus,
Kami mencari dan menikmati hidup masing masing termasuk Bapakku yang belum memutuskan untuk mencari pengganti Ibu.. dan berkonsentrasi untuk mengurusi Adikku yang paling kecil..
jam berganti hari , dan hari menjadi bulan, tahun demi tahun telah kami lalui dengan berbagai permasalahan sepeninggal Ibunda..
Adiku besar tanpa bimbingan seorang Ibu.. Kulihat kenakalanya ketika dia beranjak dewasa meski ayahku sangat menyayanginya dan memanjakanya dengan sepenuh hati.
Amarah, tawa dan ejekan sering kulontarkan pada adikku.. karna sulit sekali mengatur sikapnya dan mengarahkanya pada kebaikan , aku kadang berfikir mungkin inilah perasaan menjadi orang tua yang tidak lagi didengar oleh anaknya, mungkin beginilah perasaan Ibuku ketika aku membantah apa yang dikatakanya
Sesekali kangen dengan Ibunda dan menangis di Makamnya karna rindu ini tak pernah terbalas...
Sakit rasanya ditinggal seorang Ibu, dimana tidak ada lagi tempat bersandar dan sekedar merebahkan kepala ini di pangkuanya..
Sesekali aku buka memori diotak ini, dulu ketika SD, Ibu selalu menunggu aku sampai pulang sekolah.
Dalam Usiaku yang sekarang aku masih berandai andai betapa bahagianya Hidup ini kalau Ibunda tercinta masih ada..
Semasa SMU aku belum punya temen wanita yang khusus dan entah kenapa aku belum mau berfikir tentang hal itu ketika teman-teman yang seusiaku mulai menggoda lawan jenisnya, aku masih sibuk mengurusi adik dan permasalahanku sendiri..
Hmmmmm.....................................
Memang berat aku rasa hidup ini